Assalamualaikum,
saya ingin share pengalaman ibu saya dengan kanker, kadang saya bangga juga bahwa ibu saya sudah bisa melawan kanker payudara dalam waktu 5 tahun. perjuangan yang tidak pendek melihat bagaimana beliau mersakan sakitnya saat itu, mungkin karena bagian tersebut banyak syaraf-syaraf sensitif yang mengakibatkan sakit yang sangat, katanya bagian yang terkena kanker tersebut seperti disayat-sayat pisau.
satu tahun setelah kanker itu ada, beliau mencoba untuk mengobatinya dengan cara tradisional/herbal/non medis. kanker yang kala itu hanya sebesar biji kelereng dan tidak terasa sakit bukannya sembuh malah makin berkembang. segala pengobatan alternative sudah dijalanin dari pengobatan doa, ustad ternama sampai dengan klinik TCM. pokoknya semua yang muncul di TV hampir sudah pernah dicoba, semuanya tanpa hasil walaupun banyak orang bilang pengobatan tersebut ada buktinya atau ada yang telah sembuh. waktu kami terbuang sia-sia selama itu karena menghindari pengobatan medis.
untunglah tahun ke 3 kami sudah menemukan dokter yang baik di RSPAD & carolus yang bisa memberikan pengertian kepada ibu saya walaupun ditemukan sudah stadium 3B, memang menurut saya saat pengobatan ini karakter dari dokter sangat berpengaruh dibanding dengan kepintarannya. saat berobat ibu saya tenang bila mendengarkan nasehat dokter. pengobatan dari sinar/radiasi, herceptin, kemoterapi sudah dilakukan kecuali operasi karena dokter tidak menyarankannya.
1 tahun setelah pengobatan ibu saya malah sudah baikan, kadar CA sudah dibawah standard walaupun belum hilang, kami bersyukur saat itu. tapi kanker ternyata kembali lagi 6 bulan kemudian. kembali dilakukan program kemoteraphi. tapi saat proses kemo ibu saya sering dirawat karena HB beliau dibawah 10 yang kadang diperlukan transfusi.
Allah Maha Kuasa, ibu saya meninggal saat perawatan tersebut, tapi kali ini bukan karena CA yang membuat beliau berpulang, tapi tifus dan DBD positip. kami sekeluarga sudah menjaga beliau dari CA ternyata kami lengah dengan penyakit lain.
perjuangan beliau melawan kanker menurut saya sangat berat dan meletihkan, saya salut dan bangga dengan perjuangannya. dan sayang keluarga kami selalu diberikan untuk ibu saya, TITIN KARTINI.
wass,
rudy

