Semalam saya menghadiri resepsi pernikahan putra seorang kerabat. Dalam acara itu, saya bertemu seorang kerabat yang sudah lamaaaa sekali tidak saling bertemu, bahkan kami saling kehilangan kontak. Namanya Tante Nana. Terakhir saya ketemu dia waktu menghadiri pernikahannya 22 tahun yang lalu.
Dalam masa berpisah sekian lama itu, sekitar 10 atau 12 tahun yang lalu saya mendengar kabar Tante Nana mengidap kanker. Entah kanker apa. Yang sempat saya dengar dari ibunya, kondisinya begitu parah, kankernya sudah menyebar ke mana-mana, sehingga saat hendak dioperasi pun, dokter tidak berani melakukan apa-apa. Walaupun tubuh Tante Nana sudah dibedah, melihat sel-sel kanker telah menyebar begitu luas sehingga organ-organ tubuhnya saling lengket seolah menggumpal jadi satu, dokter pun hanya menjahit kembali sayatan yang dibuatnya di perut tanpa melakukan tindakan apa-apa. Dokter menyatakan tidak mampu berbuat apa-apa lagi, dan menyuruh Tante Nana pulang. “Banyak berdoa saja, ya,” pesannya.
Mendengar cerita itu, diam-diam muncul pikiran yang mengerikan di otak saya. Diam-diam saya merasa yakin akan mendengar kabar kematiannya dalam waktu yang tidak lama lagi. (Maaf ya Tante….)
Tanpa berobat ternyata Tante Nana malah segar-bugar. Apa rahasianya?
