Mba Titah,
Izinkan saya ikut sharing dengan para pembaca blog ini dalam berbagi pengalaman dan cerita tentang kanker dengan harapan semoga ada manfaatnya. Kenalkan saya Zulkifli suami dari istri saya tercinta Eva Noviza. Tahun 2007 yang lalu sekitar bulan Maret istri saya mengalami pendarahan setiap buang air besar dan dia merasakan sakit yang amat sangat di perutnya. Berkali kali kami mendatangi dokter internis selalu diagnosanya hanya berputar dari disentri dan ambien. Yang aneh bagi saya kenapa mereka tidak pernah mau menyarankan periksa darah untuk melengkapi diagnose mereka.
Waktu berlalu bersama dengan penyakit tersebut sampai pada bulan Juni kami harus memenuhi janji pada anak2 untuk berlibur bersama. Setelah masa libur datang berangkatlah kami sekeluarga menuju kampung halaman kami di Sumatra Barat. Dua hari sampai disana istri saya tumbang karena tidak sanggup menahan sakit perut yang luar biasa dan diikuti pendarahan kalau BAB. Saya mengajak istri saya untuk kembali saja ke Jakarta untuk kembali periksa ke rumah sakit, tapi istri saya keberatan dan malah minta dibawa ke Malaka (Malaysia).

