Dear mba Tita,
Salam kenal, aku bunga aku mau cerita sedikit tentang Kanker. Upppss…, bukan aku yang sakit tapi ayahandaku.Beliau mengidap kanker otak sudah 7 tahun, dan selama 7 tahun itu keluarga kami sudah mencoba segala alternative pengobatan, dari mulai ke RS pastinya, sampai tusuk jarum (sinshe), tapi semua hanya untuk meringankan sakit beliau sesaat (kalau sakit kepalanya kambuh, beliau sampai menangis padahal beliau adalah orang paling tidak suka menangis). Awal mulanya mungkin karena dulu waktu beliau masih muda beliau suka ke puncak dengan mengendarai vespa, dan karena hujan jalanan pada saat itu licin, dan beliaupun terjatuh dan mengenai kepalanya, setelah kejadian itu ayah ku langsung dibawa ke rumah sakit tapi karena kakekku tak suka melihat anaknya memanjakan penyakit jadi ayahku dipaksa pulang dari rumah sakit padahal ayahku belum sembuh benar.
Ternyata hal itulah yang berdampak beberapa belas tahun kemudian, ayahku divonis kanker Otak.
Pada saat itu umurku masih TK, berkali-kali oprasi ayahku lalui, berkali-kali penderitaan dan sakit dia lalui, sampai dimana dia lumpuh, bisu, buta, dan dia hanya terkapar di tempat tidur, sampai dia dipanggil Tuhan, rasanya sedih klo aku mengingat hal itu, dan aku bersyukur ibuku sangat setia merawat ayahku, tanpa lelah dan letih. (Mereka contoh pasangan yang sangat harmonis benar2 suka dan duka mereka bersama).
Buat aku ayahandaku adalah pahlawan dia berjuang untuk melawan kangker dan dia berjuang mati2an agar kami tak tau seberapa sakitnya dia merasakan sakit itu.
NB: buat kalian semua tetap semangat buat sembuh yah, di belakang kalian ada orang2 yang sangat mencintai kalian. Dan jangan lupa serahkan semua sama Tuhan.
Thanks,
Bunga

