Ngobrol Kanker

peduli, berbagi, saling mendampingi

  • Home
  • Belajar Yuk!
  • Bersikap Positif, Yuk!
  • Bikin Proyek Yuk!
  • Nitip Pesan Yuk!
  • Bagi Cerita Yuk!

12

Jan

Kanker Otak Ayahku

Dear mba Tita,

Salam kenal, aku bunga aku mau cerita sedikit tentang Kanker. Upppss…, bukan aku yang sakit tapi ayahandaku.Beliau mengidap kanker otak sudah 7 tahun, dan selama 7 tahun itu keluarga kami sudah mencoba segala alternative pengobatan, dari mulai ke RS pastinya, sampai tusuk jarum (sinshe), tapi semua hanya untuk meringankan sakit beliau sesaat (kalau sakit kepalanya kambuh, beliau sampai menangis padahal beliau adalah orang paling tidak suka menangis). Awal mulanya mungkin karena dulu waktu beliau masih muda beliau suka ke puncak dengan mengendarai vespa, dan karena hujan jalanan pada saat itu licin, dan beliaupun terjatuh dan mengenai kepalanya, setelah kejadian itu ayah ku langsung dibawa ke rumah sakit tapi karena kakekku tak suka melihat anaknya memanjakan penyakit jadi ayahku dipaksa pulang dari rumah sakit padahal ayahku belum sembuh benar.

Ternyata hal itulah yang berdampak beberapa belas tahun kemudian, ayahku divonis kanker Otak.

Pada saat itu umurku masih TK, berkali-kali oprasi ayahku lalui, berkali-kali penderitaan dan sakit dia lalui, sampai dimana dia lumpuh, bisu, buta, dan dia hanya terkapar di tempat tidur, sampai dia dipanggil Tuhan, rasanya sedih klo aku mengingat hal itu, dan aku bersyukur ibuku sangat setia merawat ayahku, tanpa lelah dan letih. (Mereka contoh pasangan yang sangat harmonis benar2 suka dan duka mereka bersama).

Buat aku ayahandaku adalah pahlawan dia berjuang untuk melawan kangker dan dia berjuang mati2an agar kami tak tau seberapa sakitnya dia merasakan sakit itu.

NB: buat  kalian semua tetap semangat buat sembuh yah, di belakang kalian ada orang2 yang sangat mencintai kalian. Dan jangan lupa serahkan semua sama Tuhan.

Thanks,
Bunga

2 komentar

12

Jan

Kanker, Tifus, Demam Berdarah

Assalamualaikum,

saya ingin share pengalaman ibu saya dengan kanker, kadang saya bangga juga bahwa ibu saya sudah bisa melawan kanker payudara dalam waktu 5 tahun. perjuangan yang tidak pendek melihat bagaimana beliau mersakan sakitnya saat itu, mungkin karena bagian tersebut banyak syaraf-syaraf sensitif yang mengakibatkan sakit yang sangat, katanya bagian yang terkena kanker tersebut seperti disayat-sayat pisau.

satu tahun setelah kanker itu ada, beliau mencoba untuk mengobatinya dengan cara tradisional/herbal/non medis. kanker yang kala itu hanya sebesar biji kelereng dan tidak terasa sakit bukannya sembuh malah makin berkembang. segala pengobatan alternative sudah dijalanin dari pengobatan doa, ustad ternama sampai dengan klinik TCM. pokoknya semua yang muncul di TV hampir sudah pernah dicoba, semuanya tanpa hasil walaupun banyak orang bilang pengobatan tersebut ada buktinya atau ada yang telah sembuh. waktu kami terbuang sia-sia selama itu karena menghindari pengobatan medis.

untunglah tahun ke 3 kami sudah menemukan dokter yang baik di RSPAD & carolus yang bisa memberikan pengertian kepada ibu saya walaupun ditemukan sudah stadium 3B, memang menurut saya saat pengobatan ini karakter dari dokter sangat berpengaruh dibanding dengan kepintarannya. saat berobat ibu saya tenang bila mendengarkan nasehat dokter. pengobatan dari sinar/radiasi, herceptin, kemoterapi sudah dilakukan kecuali operasi karena dokter tidak menyarankannya.

1 tahun setelah pengobatan ibu saya malah sudah baikan, kadar CA sudah dibawah standard walaupun belum hilang, kami bersyukur saat itu. tapi kanker ternyata kembali lagi 6 bulan kemudian. kembali dilakukan program kemoteraphi. tapi saat proses kemo ibu saya sering dirawat karena HB beliau dibawah 10 yang kadang diperlukan transfusi.

Allah Maha Kuasa, ibu saya meninggal saat perawatan tersebut, tapi kali ini bukan karena CA yang membuat beliau berpulang, tapi tifus dan DBD positip. kami sekeluarga sudah menjaga beliau dari CA ternyata kami lengah dengan penyakit lain.

perjuangan beliau melawan kanker menurut saya sangat berat dan meletihkan, saya salut dan bangga dengan perjuangannya. dan sayang keluarga kami selalu diberikan untuk ibu saya, TITIN KARTINI.

wass,
rudy

3 komentar

31

Mar

Selamat Jalan, Pa…

salam kenal buat semua..
bagaikan petir di siang hari.. mei 2007 papa divonis dokter di spore sakit ca paru stadium 2B. 6juni2007 dilakukan operasi pengangkatan kanker parunya di sebelah kanan sebesar ampir 2/3paru-parunya.. kemudian bln juli dilanjutkan kemoterapi sebanyak 4x lalu dilanjutan radiasi sebanyak 33x. setelah pengobatan selesai dokternya suruh kontrol bln januari2008..

tak disangka2 kankernya sudah bermetastase ke otak.. lalu dilakukan SRT (Surgeon RadioTherapy) sebanyak 5x dan minum Tarceva 150mg 1hari 1butir.. obat yang bukan main mahalnya.. per 1butir 800 ribuan, itu juga kalau kita beli di YKI.. kalau di luaran sekitar 1 juta. sepanjang tahun 2008 papa terus cek up n pet ct scan.. tak disangka di awal 2009 papa diare hebat, berlangsung selama 2 minggu. papa masuk rs 2x lalu disarankan untuk stop Tarcevanya.

tapi apa yang terjadi setelah Tarceva distop?

9 komentar

21

May

Selamat Jalan Kak…

kakakku bernama Kartini Br Tarigan lahir 5 mei 1968.  sekitar bulan nopember 2007 beliau divonis kanker payudara stadium IIIB.  kami sangat bersedih karena menurut dokter paling lama hidupnya 5 tahun. berbagai cara telah kami lakukan baik medis dan alternative. namun semua itu ternyata tidak bisa diandalkan.

akhirnya 3 minggu terakhir setelah dia melewati kemoteraphy 4 kali dia semakin lemah, fungsi hati terganggu dan kankernya mengenai paru. sehingga selama 3 minggu terakhir dia tidak bisa berbaring hanya bisa duduk menunduk. hancur sekali hati ini melihat keadaannya yang dulunya begitu gesit dan bersemangat tinggi. di rumah kami sudah menyediakan tabung oksigen dan infus.

akhirnya dia menghadap Sang Kuasa pada tanggal 17 Mei 2008 stelah didoakan.  skarang dia telah dapat tidur dengan tenang… selamat jalan kak…

thomy m tarigan

9 komentar

20

May

Hal Terberat Bagi Nenek

Nenek saya…orang yang membesarkan saya…terkena kanker… Yang simpang siur…dokter2 tempatnya berobat memiliki diagnosa yang berbeda… Sampai pada akhirnya kanker nenek saya dinyatakan sudah sampai ke paru2. Mendengar hal itu saya sudah seperti tersambar petir….

Setelah itu nenek saya rawat inap di rumah sakit. Tidak pernah bisa istirahat tenang karena terus muntah dan kesakitan. Saya yang hanya menemani saja merasa ikut menderita… Sedih sekali rasanya. Akhirnya nenek saya berpulang setelah sempat koma dan suhu badannya mencapai 40 derajat celcius…

Yang membuat saya terkesan adalah ketabahan nenek saya menghadapi penyakitnya…. Terakhir sebelum meninggal, nenek saya sempat berkata bahwa dia tidak mengeluh dan menangis karena sakit… tapi hal yang terberat baginya dalam menghadapi kematian adalah.. karena takut meninggalkan orang yang disayanginya…

Marcellia Crenata

3 komentar

28

Jan

Bakti Kami Pada Ibu

6 tahun sudah Ibuku berjuang untuk melawan penyakit yang awalnya berupa hepatitis B. Saat itu tepat Idhul Adha tahun 1998, saya mendapat telepon bahwa kedua kaki Ibu saya tidak dapat digerakkan dan saat sudah di bawa ke RS swasta terdekat. Setelah saya ijin atasan (saat itu saya piket) saya menyusul Ibu saya ke RS dan segera memindahkan beliau ke RS swasta lainnya dan saat itu juga diminta untuk opname.

Setelah 11 hari dirawat Ibu diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Tahun demi tahun dilalui Ibuku dengan rawat jalan dan berbagai pengobatan alternatif. Tanggal 4 Mei 2004 Ibu saya harus menjalani opname lagi karena batuk yang tak kunjung reda dan setelah di-rontgen nampak ada cairan dalam paru-parunya. Vonis dokter saat itu adalah Ibu terkena Kanker Hati, sesuatu hal yang sangat menakutkan bagi kami semua.

43 hari Ibu berjuang di RS dimana saat itu semua cucu-cucunya menemai karena bertepatan dengan hari libur kenaikan kelasnya. Tepat hari Minggu tanggal 18 Juli 2004 Ibu meninggalkan kami (sehari sebelum semua cucunya masuk sekolah). Kami sangat iklas mengingat perjuangan Ibu selama 6 tahun melawan penyakit yang dideritanya. Ibu, kami semua menyayangimu dan mendoakanmu, hanya itu bakti kami yang bisa kami berikan setelah engkau meninggalkan kami.

Primawan

8 komentar

13

Dec

Kangen Ibu

Saya saat ini masih teringat akan keberadaan sosok ibu yang sangat saya sayangi. Beliau baru saja meninggal pada tanggal 9 Oktober 2008 2007 yang lalu. Kata dokter, ibu saya mengidap suatu penyakit kanker yang menyerang ususnya stadium 3.

Awal mulanya ibu saya yang saat itu berumur sekitar 60 mengalami mens padahal sudah menopause. Tapi saat itu ibu saya menanggapi hal itu adalah hal biasa yang sering dialami oleh kebanyakan orang perempuan, dan juga karena ibu saya adalah satu-satunya wanita di keluarga saya karena semua anaknya laki-laki.

Setelah beberapa bulan, ternyata…

11 komentar

6

Dec

Dan Ibu Pun Tenanglah Sudah

ayah-ibu mertua sayaDua minggu lamanya saya tidak sempat online, tidak sempat menengok Rumah Kanker dan blog ini, sejak menjelang akhir November sampai hari ini. Tapi aktivitas saya tetap berkutat pada kanker, yaitu merawat dan mendampingi ibu mertua yang menderita kanker kolorektal selama hari-hari akhirnya, menit-menit terakhirnya, bahkan hingga detik terakhirnya. Sesudah beliau berpulang pada 28 November 2007 pukul 14.10, saya ikut memandikan jenasahnya, menyolatkan, dan mengantarnya hingga ke pemakaman.

Selesai? Belum….!

Belum ada komentar.

30

Mar

Selamat Jalan, Chrisye

ChrisyeSetelah satu setengah tahun berjuang melawan kanker paru-paru yang dideritanya, pagi ini Chrisye berpulang. Kita semua, sebagai sesama warga komunitas terkait kanker, merasa ikut kehilangan. Sejenak tercenung, hening, tunduk, melepas kepergiannya. Memang kematian adalah sebuah proses yang wajar bagi setiap orang. Tetapi tetap saja menyentuh hati. Selalu menyentuh.


continue reading "Selamat Jalan, Chrisye"

3 komentar

Penghargaan

    Internet Sehat

Obat Alternatif

    Tahitian Noni Juice

Selamat Datang

Blog ini bagian dari situs Rumah Kanker, tempat kita saling berbagi, saling mendukung, dan saling membantu. Informasi dalam blog ini bukan dimaksudkan sebagai pengganti konsultasi dan nasehat dokter, harap dicerna dan digunakan secara bijaksana.

Halaman

  • Bikin Proyek Yuk!
  • Belajar Yuk!
  • Bersikap Positif, Yuk!
  • Nitip Pesan Yuk!
  • Bagi Cerita Yuk!

Kategori

  • Cerita Dokter (2)
  • Kasus (4)
  • Keluarga, Kerabat, dan Kanker (101)
  • Kesembuhan (8)
  • Lain-lain (61)
  • Memoar (9)
  • Pengobatan (4)
  • Saya dan Kanker (55)

Sahabat Seperjuangan

  • Ani
  • Anto Purwanto
  • Danty
  • Dessy
  • Eka
  • Galang
  • Hendry
  • Mimi
  • Nita
  • Ocekojiro
  • Rika
  • Rini
  • Si Tirkan
  • Sima
  • Sitta
  • Triyono

Dokter

  • Bahar Azwar, dr., SpB. K. Onk.
  • Daldiyono Harjodisastro, Prof. Dr. dr. SpPD, KGEH
  • Dani Iswara, dr.
  • Didi Kusmarjadi, dr., SpOG
  • Eka Kusmawan, dr., SpB
  • Evy Indriani Vyati, drg., SpBM
  • Fajar Rudy Qimindra, dr
  • Hatmoko, dr.
  • Hompedin Surabaya
  • I Made Cock Wirawan, dr., SKed
  • Lakshmi Nawasasi, dr., SpB
  • Perawatan Luka
  • Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi
  • Poli Paliatif & Bebas Nyeri
  • RS Dharmais
  • RS Onkologi Surabaya
  • RS Panti Rapih (Konsultasi)
  • Sukma Merati, dr. SpPA

Sahabat Kita

  • 3 Friends
  • Bidadariku
  • CISC
  • Ketenangan Hati
  • Limfoma non Hodgkin
  • Reach To Recovery Surabaya
  • Reza
  • Roche
  • Rumah Kanker
  • Yayasan Kanker Indonesia
  • Yayasan Kanker Payudara Jakarta
  • Yayasan Paliatif Surabaya
  • Yayasan Rumah Rachel
  • YKI Cabang DIY

Alternatif

  • Alternatif Herbal
  • CCRC
  • German New Medicine
  • Strategi Melawan Kanker
  • Tahitian Noni Juice

Arsip

  • March 2013 (8)
  • January 2013 (6)
  • November 2012 (1)
  • October 2012 (4)
  • September 2012 (3)
  • May 2012 (5)
  • April 2012 (1)
  • March 2012 (1)
  • January 2012 (2)
  • October 2011 (1)
  • September 2011 (4)
  • March 2011 (1)
  • February 2011 (1)
  • December 2010 (1)
  • November 2010 (1)
  • September 2010 (6)
  • May 2010 (1)
  • April 2010 (3)
  • March 2010 (3)
  • February 2010 (6)
  • January 2010 (5)
  • November 2009 (2)
  • October 2009 (3)
  • September 2009 (4)
  • August 2009 (7)
  • July 2009 (10)
  • May 2009 (4)
  • April 2009 (3)
  • March 2009 (7)
  • February 2009 (8)
  • January 2009 (4)
  • December 2008 (11)
  • November 2008 (5)
  • October 2008 (6)
  • September 2008 (8)
  • August 2008 (8)
  • July 2008 (4)
  • June 2008 (8)
  • May 2008 (5)
  • April 2008 (8)
  • March 2008 (10)
  • February 2008 (3)
  • January 2008 (6)
  • December 2007 (11)
  • November 2007 (5)
  • September 2007 (2)
  • August 2007 (3)
  • July 2007 (3)
  • June 2007 (3)
  • May 2007 (3)
  • April 2007 (6)
  • March 2007 (5)

RSS Feed

  • RSS Cerita
  • RSS Komentar

Data Kunjungan

Cari Info

Facebook

Cerita Terbaru:

  • Anti Nyeri Untuk Ibu
  • Hepatitis B Kronis
  • Kanker Tulang Rawan Ayah
  • Kanker Otak Yang Dirahasiakan
  • Kanker Rahim Menjalar Ke Usus
  • Kanker Pita Suara Dengan Herbal
  • Kanker Menguji Keluargaku
  • Glioblastoma Multiforme
  • Mohon Bantuan Doa
  • Sakit Kepala Belakang

Tanggapan Terbaru:

  • rahma: Membaca cerita kalian membuat saya menangis dan mempunyai semangat lebih...
  • felice: Saya waktu itu ke lab, diambil sample cairanlalu dipindahin ke kaca, lalu...
  • Desy: pak saya mau tanya soalnya teman saya mengidap penyakit sinusitis dan itu...
  • Desy: Mba saya mau tanya soalnya teman saya mengidap penyakit sinusitis dan itu...
  • naomie: saya mau tanya CEA tinggi itu disebabkan oleh apa sih? kemudian CEA itu...
  • Wewen: @Pak zulkifli saya baru membaca tg sharing anda..perjuangan yg begitu hebat...
  • Annisa: Maaf mba, saya mau tanya. Saya menderita maag kronis dan pernah dirawat....
© 2007-2013 Ngobrol Kanker
Valid XHTML | Valid CSS 3.0
Didukung oleh Wordpress & Rumah Kanker